Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

Antara Tuan dan Kami


Kami yang hanya bisa mengiba
Kami yang biasa meminta dan mengeluh
Kami jugalah yang biasa mencuri
Itu semua karna kami jelata

tak usahlah resah dengan nasib kami
Tikamlah kami atas nama keadilan
Biarpun itu hanya karna 5 biji Pala yang kami curi
Toh kami tak akan sakit ataupun mati
Karna kulit kami tak lagi bisa rasakan nyeri

Ooh ksatria di antara ksatria yang terpilih
Jika Tuan bersifat seperti Kami
Tiap saat hanya bisa merintih
Apalah bedanya antara Tuan dan Kami

Tak usahlah Tuan berteriak lantang
Tanpa Tuan berbisik pun Kami dapat mendengar
Indera kami memang telah mati
Tapi tidak untuk hati kami

Jumat, 18 Januari 2013

Kalilah wa Dimnah, Fabel Kearifan dari India untuk Dunia

Sebuah Halaman dari Kalilah wa Dimnah

Kalilah wa Dimnah merupakan fabel buah karya Ibn Al Muqaffa dari terjemahan Kalile van Demneh versi Persianya Pañcatantra ( पञ्चतन्त्र , پنچ تنتر ). Sebuah fabel kuno dengan bahasa sansekerta dan merupakan karya sastra dari India Kuno (Sekitar jamannya Iskandar Agung). Kalilah wa Dimnah muncul di Era keemasannya Kekalifahan Abassiyah dan dianggap sebagai karya prosa klasik Arab pertama. Hal ini dikarenakan Bangsa Arab pada mulanya kurang meminati Prosa, mereka lebih senang dengan syair-syair dan puisi.

Relief Pancatantra di Candi Mendut
Brahmana dan Kepiting


Kalilah wa Dimnah mengandung hikmah kehidupan yang meliputi dimensi sosial politik, dan agama. Sebagai kisah fabel tentu saja Kalilah wa Dimnah banyak mengandung perumpamaan kehidupan manusia dan mudah difahami oleh orang-orang umum selama 2000 tahun lebih. Begitu mendunianya fabel dari India ini sehingga banyak diterjemahkan dengan berbagai bahasa di seluruh dunia. Eropa mengenalnya tentu saja lewat Andalusia dan termasuk karya yang mula-mula dicetak oleh Guttenberg setelah Alkitab. Jawa yang mendapat pengaruh Hindu dan Budha dari India, sudah mengenal fabel ini sejak sebelum tahun 824 M. Relief-relief di Candi Mendut banyak yang menggambarkan kisah-kisah  Pañcatantra.